
Jurnalis.co.id – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan komitmennya untuk menjadikan asas keadilan sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.
Ia menolak logika penganggaran yang hanya bertumpu pada kepentingan politik dan perhitungan elektoral.
Penegasan tersebut disampaikan Sujiwo usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 Kecamatan Terentang, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, setiap rupiah uang rakyat yang dikelola pemerintah harus dipertanggungjawabkan secara moral dan rasional, dengan prinsip yang jelas dan terukur. Penganggaran, kata dia, tidak boleh digerakkan oleh kepentingan jangka pendek.
“Ada tiga asas dalam penganggaran. Pertama asas manfaat. Setiap rupiah uang rakyat itu kita hitung. Setelah kita bangun, ada tidak manfaatnya bagi masyarakat? Itu asas manfaat,” kata Sujiwo saat diwawancarai usai kegiatan Musrenbang.
Asas kedua yang ditekankan Sujiwo adalah asas prioritas. Prinsip ini berkaitan erat dengan kebutuhan mendesak yang berdampak langsung pada pelayanan publik.
“Kemudian ada asas prioritas. Apabila tidak dibangun dan berdampak terhadap pelayanan publik, itu namanya asas prioritas,” tegasnya.
Namun demikian, Sujiwo menegaskan asas ketiga sebagai prinsip paling mendasar, yakni asas keadilan.
Ia menyatakan akan menerapkan asas tersebut secara konsisten selama memimpin Kabupaten Kubu Raya, termasuk bagi wilayah dengan jumlah penduduk relatif kecil seperti Kecamatan Terentang.
“Memang Terentang ini kecil. DPT-nya saja tidak sampai sepuluh ribu, hanya sembilan ribu lebih. Kalau bicara elektoral dan kepentingan politik, mungkin saya tidak akan datang ke sini. Mendingan saya fokus ke daerah dengan satu desa berpenduduk sampai 30 ribu,” ungkapnya lugas.
Menurut Sujiwo, pendekatan pembangunan berbasis kalkulasi elektoral bertentangan dengan nilai keadilan dan kemanusiaan.
Ia menegaskan bahwa Kecamatan Terentang merupakan bagian utuh dari bangsa Indonesia yang memiliki hak yang sama dalam pembangunan.
“Terentang ini juga bagian dari bangsa Indonesia. Warga negara yang mempunyai hak yang sama dalam pembangunan. Ini soal kemanusiaan dan asas keadilan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa jika wilayah dengan jumlah penduduk kecil terus diabaikan karena pertimbangan politik, maka ketimpangan pembangunan akan semakin melebar.
“Kalau asas keadilan ini kita abaikan, kapan Terentang bisa maju? Yang ada justru akan semakin tertinggal,” tutur Sujiwo.
Di akhir pernyataannya, Sujiwo mengajak masyarakat Kecamatan Terentang untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan.
Ia juga memohon doa serta dukungan agar kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Sukiryanto dapat berjalan konsisten dalam koridor keadilan dan kemanusiaan.
“Saya berharap masyarakat Terentang selalu kompak, menjaga persatuan dan kesatuan, serta memberikan motivasi, dorongan, dan doa untuk kepemimpinan saya bersama Pak Sukiryanto,” pungkasnya.
(Sul)


















Discussion about this post