
JURNALIS.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus mengupayakan pencairan Program Insentif Guru Ngaji 2026.
Meski ditargetkan bisa cair sebelum Lebaran, realisasi pencairan belum dapat dilakukan secara menyeluruh dan akan dilakukan secara bertahap.
Bupati Jember, Fawait, sebelumnya bertekad agar insentif tersebut dapat diterima para penerima manfaat sebelum Hari Raya Idulfitri.

Namun hingga kini proses administrasi masih terus berjalan di tingkat pemerintah daerah.
Program Insentif Guru Ngaji 2026 dari Pemkab Jember berbeda dengan tahun sebelumnya.
Tahun ini ada penambahan sasaran penerima manfaat, yaitu Marbot dan Ketua Kelompok Pengajian. Sehingga kategori sasaran penerima ada 4 kelompok.
Sebelumnya adalah kelompok Guru Ngaji (Guru Kitab untuk non Muslim) dan Modin.
Jumlah sasaran penerima Guru Ngaji dan Modin sejumlah 22.000. Sedangkan sasaran penerima kategori Marbot 3.000 dan Ketua Kelompok Pengajian 2.000.
Total penerima sasaran program Insentif Guru Ngaji 2026 dari Pemkab Jember sejumlah 27.000 orang.
Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si, menjelaskan alasan kenapa tidak bisa dicairkan secara keseluruhan sebelum Lebaran 2026.
“Jadi, sebelum beliau (Bupati Jember) berangkat umroh kami sudah mengajukan SK penetapan penerima, yang pada saat itu sudah dikirim oleh beberapa wilayah desa maupun kecamatan yang sudah lengkap, kita himpun dan kita SK kan,” jawab Nurul Hafid Yasin saat ditemui di tengah-tengah kegiatannya di aula kantor BKPSDM, Kamis, (5/3/2026).
Jumlah calon penerima sebelum Gus Fawait berangkat umrah ada 6.000 orang.
“Kurang lebih hampir enam ribu penerima,” terang Hafid, sapaan akrabnya.
Berkas ke-6.000 orang itu siap untuk dicairkan segera, karena sudah selesai di Bagian Keuangan, terang Hafid.
“Begitu beliau datang (Gus Fawait datang) Senin (tanggal 9 Maret 2026) sudah bisa kita salurkan,” katanya lagi.

Ia menambahkan penjelasannya. Pada Senin lalu sudah masuk dan terverifikaai oleh Kesra sejumlah 15.000 data calon penerima manfaat.
“Jadi enam ribu ditambah lima belas ribu, ada dua puluh satuan sudah masuk dari kuota dua puluh dua ribu,” terang Hafid.
SK penetapan penerima untuk yang 15.000 orang akan ditandatangani oleh Bupati Jember setelah Gus Fawait tiba dari umrah.
“Insyaallah bapak Bupati datang kita ajukan SK tambahan yang lima belas ribu itu sehingga di minggu depan bisa dicairkan,” tandas Kabag Kesra yang pernah menjabat Camat Mayang dan Jelbuk itu.
Dari kuota 22.000 yang siap dicairkan pada minggu depan masih 21.000 calon penerima.
Selebihnya, menurut Hafid akan diupayakan sebelum Lebaran 2026 bisa dicairkan, yaitu 1.000 guru ngaji dan modin.
Proses pemberkasan kelompok guru ngaji dan modin terbilang cepat karena sebagian besar dari mereka adalah penerima eksisting atau sudah pernah menerima manfaat pada tahun lalu.
Sedangkan kelompok Marbot dan Ketua Kelompok Pengajian adalah calon penerima baru dari program unggulan Bupati Fawait.
“Yang marbot dan ketua kelompok pengajian akan kami input dan verifikasi. Kalaupun nutut, ada waktu, mungkin, yang memungkinkan adalah marbot, dicairkan sebelum Lebaran ini,” jelas Hafid.
Untuk kategori Ketua Kelompok Pengajian, Insyaallah, kata Hafid lagi, akan dicairkan setelah Lebaran 2026.
Program Insentif Guru Ngaji 2026 bersumber dari anggaran APBD 2026 di mana setiap penerima manfaat mendapatkan masing-masing Rp.1.500.000. Kecuali Ketua Kelompok Pengajian akan mendapatkan Rp.1.000.000.
Dari sumber yang layak dipercaya di lapangan, saat berita ini tayang Bupati Jember Muhammad Fawait sedang dalam perjalanan pulang ke tanah air.
Gus Fawait mengambil cuti untuk berangkat umrah ke Tanah Suci, menunaikan ibadah umrah bersama istri, Ning Ghyta Eka Puspita sejak pekan lalu.
(Sgt)




















Discussion about this post